<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6449747697080730891</id><updated>2012-02-16T05:21:39.587-08:00</updated><category term='Majalah Pelangi Edisi Agustus 2008'/><category term='di ambil dari T1/OJ/2008'/><category term='keteladanan pemulung'/><category term='busway'/><category term='52 org istimewa...'/><title type='text'>Caur Berbicara Tentang Sesuatu...</title><subtitle type='html'>Di blog ini gw akan cerita tentang semua hal yang gw alami, gw liat, atau yang diceritain orang lain ke gw. Tentang semua hal. Post comment kalian ya buat semua tulisan-tulisan gw. Thx.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://anisacaur.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anisacaur.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Anisa Saptari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05841960003388965054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtl0gD6iqI/AAAAAAAAABo/s0y8ve-nxGg/S220/DSC03613.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6449747697080730891.post-7967532580033631419</id><published>2010-03-20T03:16:00.000-07:00</published><updated>2010-03-20T03:47:53.061-07:00</updated><title type='text'>Give Your Blood....</title><content type='html'>Sebelumnya gw sama sekali ga ada ada niatan buat donor darah. Bukan karena ga mau nolong sesama, tapi alesan yang sangat amat klise, takut liat darah plus jarum suntiknya. Sampai suatu saat gw pengen donor, dan segitu sedihnya karena tekanan darah gw ga bagus, jadi ga bisa donor. Padahal, gw udah ngumpulin segenap kekuatan buat donor. Sang dokter bilang, "TIDAK BISA!!!" Sepertinya saat itu gw kurang tidur atau kelewat cape.&lt;br /&gt;Untungnya kesempatan datang lagi. 18 Maret kemaren, salah satu jurusan di kampus gw ngadain acara amal, donor danar. Dan gw dinyatakan SEHAT! Sebenernya gw kembali takut. Takut darah dan jarum suntik. Tapi, gw berusaha buang jauh-jauh rasa takut, demi kemanusiaan. Gw yakin di luar sana, banyak orang yang butuh darah. Jadi, ketika gw bisa membantu kenapa ga.&lt;br /&gt;Ternyata, donor darah ga sehoror yang gw bayangin. (walaupun gw ditusuk ampe 2 kali) Ternyata enak dan ujung-ujungnya bikin nagih. Hahaha... insyaAllah, Rencananya 3 bulan mendatang gw mau lagi donor darah :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Manfaatnya....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nah pas gw browsing-browsing tentang manfaat donor darah, gw nemunin kalimat ini "Donor darah terutama baik bagi mereka yang memiliki kandungan besi dalam darah berlebihan karena besi yang berlebih cenderung akan menumpuk pada berbagai organ vital seperti jantung, liver, ginjal dan mengganggu fungsinya (hemokromatosis). Selain itu, beberapa penelitian medis, walaupun belum sempurna dijelaskan secara medis, mengemukakan bahwa donor darah rutin akan membantu kelancaran aliran darah (sistem kardiovaskular). Pengurangan kekentalan darah sehingga menjamin kelancaran suplai darah bagi tubuh tersebut ditengarai menyebabkan efek positif bagi jantung, sehingga pernah ada penelitian yang menyatakan bahwa donor darah rutin mampu membantu mengurangi angka kejadian serangan jantung pada pria."(Wikimu.com)&lt;br /&gt;Pas tau manfaatnya kaya gitu gw makin semangat jadi pendonor!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Siapa aja sih yang bisa donor darah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti usia 17-60 tahun yang sedang dalam kondisi sehat. (Perempuan yang lagi kedatangan tamu ga boleh lho, kurang tdr juga ga boleh.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tunggu apa lagi? Kalo lo sehat dan mau nolong sesama. Kenapa ga sesegera mungkin. Di luar sana banyak yang membutuhkan tetes demi tetes darah kita. Go Go Go! Give ur blood!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6449747697080730891-7967532580033631419?l=anisacaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anisacaur.blogspot.com/feeds/7967532580033631419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6449747697080730891&amp;postID=7967532580033631419' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/7967532580033631419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/7967532580033631419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anisacaur.blogspot.com/2010/03/give-your-blood.html' title='Give Your Blood....'/><author><name>Anisa Saptari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05841960003388965054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtl0gD6iqI/AAAAAAAAABo/s0y8ve-nxGg/S220/DSC03613.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6449747697080730891.post-4930040230603449472</id><published>2010-03-16T23:44:00.000-07:00</published><updated>2010-03-16T23:53:10.236-07:00</updated><title type='text'>Bismar Siregar, Pendekar Hukum yang Murah Senyum</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/S6B8N_2FEeI/AAAAAAAAAEM/xeUL3bPGcew/s1600-h/IMG_2430.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/S6B8N_2FEeI/AAAAAAAAAEM/xeUL3bPGcew/s320/IMG_2430.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449492129036702178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Tulisan ini saya dedikasikan untuk : OPUNG BISMAR SIREGAR &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Haram hukumnya mengadili Pak Harto!” tutur Bismar Siregar. Pernyataan kontroversial tersebut diucapkan dengan tegas, namun tanpa emosi oleh pria asal batak yang menjabat sebagai Hakim Agung periode 1984-1995. Siapa yang tak kenal sosok hakim yang terkenal “bersih” dan idealis ini.Kejujurannya yang luar biasa sangat patut mendapat acungan jempol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sosok Bismar Siregar. Ketegasan sikapnya terlihat betul dari kata demi kata yang ia lontarkan. Namun, ia tak seperti orang batak pada umumnya yang bila berbicara menggebu-gebu dan penuh emosional. Tutur katanya sangat lembut dan selalu diiringi senyum tulus. Tak sedikitpun tercermin rasa takut akan setiap tindakan, ketakutannya hanya pada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim agung yang disegani pada masa pemerintahan Soeharto itu ternyata memiliki masa lalu yang begitu berwarna. Pria kelahiran  Sumatera Utara 15 September 1928 ini, tidak dapat menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya di HIS, Sipirok. Bahkan, ia tak pernah merasakan indahnya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). &lt;br /&gt;Maklumlah, dulu yang bisa bersekolah di HIS adalah anak-anak dengan orang tua yang  pekerjaan dan gajinya tinggi. Saat itu, orang tua Bismar hanyalah guru Sekolah Rakyat (SR) dengan gaji kecil. Padahal, anak-anak yang menjadi tanggungan orang tua ada 13 orang. Keluarga besar Bismar juga menggantungkan hidup hanya dengan bertani. Maka, Bismar dan saudara-saudaranya kerap dipanggil pihak sekolah karena menunggak uang sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak HIS dengan rumah Bismar di Mandailing yang sekitar 60 km memaksa Bismar kecil dan beberapa saudaranya indekos di daerah Kotanopan. Dalam usia yang masih sangat muda, yakni 7 tahun Bimar harus rela kehilangan saat-saat bersama keluarga. Jika ada kesempatan untuk pulang ke Mandailing, Bismar menemui orang tua dan bisa merasakan kehangatan keluarga. Bila Bismar harus kembali lagi ke Sipirok, sedihnya bukan main.&lt;br /&gt;Tinggal terpisah dengan orang tua membentuk Bismar menjadi sosok yang mandiri dan tahu menempatkan diri. Orang tuanya tidak membayar tempat indekos dengan uang, tapi dengan sistem barter. Biasanya, orang tua Bismar membayarnya dengan beras karena kondisi keuangan keluarga tidak memungkinkan. Di tempat indekos itu, Bismar juga harus ikhlas jika kasur miliknya dipinjam untuk tidur tamu dari tuan rumah. Bismar dan saudara-saudaranya terpaksa tidur di atas tikar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menambah uang jajan Bismar kecil melakukan along-along ke Sidempuan. Along-along adalah berdagang keliling dengan menggunakan sepeda atau pedati. Barang-barang yang dijual adalah ayam, telur ayam, atau telur bebek. Biasanya along-along ini dilakukan Bismar satu kali dalam seminggu. Uang hasil penjualannya cukup lumayan.&lt;br /&gt;Bismar sebenarnya tidak lagi berharap untuk sekolah karena orang tuanya tak ada biaya. Namun, suratan nasib mengatakan lain. Ia mendapat bantuan kakaknya agar dapat mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). “Tak selamanya KKN itu salah,” tutur Bismar diiringi derai tawanya. Saat itu, sang kakak adalah direktur Sekolah Pejuang di Magelang dan berupaya memasukan Bismar ke sekolah yang dipimpinnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan selalu punya rencana yang manis untuk hamba-Nya. Jika saja saat itu Bismar jadi merantau ke Pontianak, Kalimantan Barat, mungkin dia tak akan pernah merasakan nikmatnya duduk di bangku SMA. Ketika itu, kapal Kalabahi yang sedianya akan mengangkut Bismar ke Pontianak mengalami keterlambatan. Sang kakak, KS. Serdang yang menjadi direktur Sekolah Pejuang itu menjemput dan membawa Bismar ke Magelang, serta memaksa Bismar masuk SMA tanpa ijazah. Jadilah Bismar dapat bersekolah.&lt;br /&gt;Setelah bersekolah di Sekolah Pejuang, ia pindah sekolah ke SMA di Bandung, Jawa Barat. Di tahun 1952, berbekal ijazah SMA, ia mendaftar ke Fakultas Hukum Univesitas Indonesia (FHUI). Ia memilih jurusan hukum karena menyadari kelemahannya di bidang aljabar. Kalau saja kala itu dia mampu di bidang aljabar dia akan memilih jurusan Ekonomi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa awal perkuliahan juga bukan tanpa hambatan.  Meskipun Bismar sekolah di HIS, HIS di kampung jauh berbeda dengan HIS di kota. HIS di kampung sama sekali tidak menggunakan Bahasa Belanda. Padahal, di UI yang digunakan adalah Bahasa Belanda. Namun, kendala itu pun bisa dilewati karena Bismar mau berusaha keras. Hanya butuh empat tahun untuk Bismar dalam menimba ilmu di FHUI. &lt;br /&gt;Kala itu, semua lulusan FHUI mendapat gelar Meester in de Rechter (Mr.), begitu juga Bismar. Namun, ketika ada pergantian gelar menjadi Sarjana Hukum (S.H.), Bismar turut serta. Belakangan ia disadarkan oleh seorang kawan, bahwa dulu ia diwisuda dengan gelar Mr., mengapa harus diganti S.H.? gelar saat Bismar diwisuda adalah gelar yang sah. Maka, ia akan segera mengganti gelar di kartu namanya. “S.H. itu kepanjangan dari sakit hati. Saya tidak mau. Haha...” tutur Bismar sambil tertawa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Antek-antek Soeharto Kah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bismar memang pribadi yang unik. Pernyataan yang dilontarkannya kerap kali menjadi pernyataan kontroversial. Misalnya saat, Bismar mengomentari soal kasus Soeharto yang bergulir, ia menyatakan keharaman untuk mengadili sosok orang yang pernah menjadi orang nomor satu di Indonesia itu. Ia kembali mengenang perkenalannya dengan Soeharto. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat ketika kasus Soeharto digulirkan ke pengadilan.  Hari Kamis Soeharto menghadiri sidang. Lalu, pada hari Jumat Bismar tampil di televisi. Ia  mengemukakan, mengadili Soeharto sama dengan melakukan penganiayaan dan itu haram hukumnya. Mengapa demikian? Bismar beralasan bahwa menurut agama yang diyakininya, Islam, diajarkan bahwa menyakiti orang yang sehat saja itu tidak boleh dan haram, apalagi  pada orang yang sakit. Soeharto saat itu dalam kondisi sakit. Lagipula, Soeharto kala itu sudah menginjak usia 80 tahun. Usia menginjak 80 tahun itu adalah usia dimana Tuhan mengembalikan seorang manusia menjadi seperti anak-anak yang tanpa dosa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia secara tegas mengatakan haram, ulama mengatakan tidak. Namun, ia tak peduli. Sebab, memang itulah yang diyakininya. Pernyataan itu tentu membuat Bismar menjadi bahan omongan. Masyarakat, pejabat, hingga orang di sekitar Bismar kerap membicarakannya. Bahkan, ada yang menyatakan Bismar adalah antek-antek Soeharto. Benarkah ia antek-antek Soeharto?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismar membantah bahwa ia adalah kaki tangan Soeharto. Ia juga membantah bahwa pernyataan demi pernyataannya yang terkesan “membela” Soeharto. Hanya masyarakat tak lekas percaya. Pada akhirnya, Bismar memilih diam dan membiarkan fitnah-fitnah mewarnai kehidupannya. Bismarpun tak bergeming. Ia diam, bukan berarti dia membenarkan. “Kebenaran yang hakiki hanya saya yang tahu, bersaksikan Tuhan,” tutur Bismar sambil melemparkan senyum tulusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian yang tinggi terhadap pemerintahan negeri ini juga membuat Bismar kerap dinilai negatif oleh pejabat dan masyarakat. Padahal, niat Bismar baik, yakni ingin memberikan teguran pada pejabat-pejabat yang tengah berkuasa atas negeri ini. Bismar kerap mengirimkan surat yang disertakan buku karangannya, namun tak satupun yang membalas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saat K.H. Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur menjadi presiden, Bismar mengirimkan surat yang berisi pemikirannya terhadap pemerintah. Surat itu pun berbalas. Bismar sesungguhnya bukan berharap surat-surat itu berbalas. Bismar hanya menginginkan surat itu dibaca kemudiaan direalisasikan untuk masyarakat.&lt;br /&gt;Pendekar Hukum yang Sayang Keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karir Bismar di bidang hukum dimulai pertama kalinya sebagai seorang jaksa di Kejaksaan Negeri (kejari) Palembang tahun 1957. Tampaknya, tangan Tuhan selalu membelai Bismar. Di tahun yang sama, Bismar yang berusia 29 tahun meminang pujaan hatinya, Yunainen F. Damanik yang akrab disapa Anen. Pertemuan Bismar dan Anen terjadi di Tebing Tinggi, Medan. Saat itu, Anen yang lulusan Sekolah Guru Kepandaian Putri (SGKP) menjadi guru di sana. Pernikahan mereka yang kini berusia 52 tahun membuahkan 7 orang anak dan 14 cucu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara jujur Bismar mengatakan bahwa menjadi seorang jaksa bertentangan  dengan jiwanya. Sebab, di kejaksaan itu ada perintah dari atas ke bawah. Jaksa harus menurut dan menjalani perintah atasanya. Tidak sedikitpun ia boleh mengeluarkan gagasannya. Tekanan batin itu lah yang membuat Bismar mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari kejaksaan dan beralih menjadi hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat karir Bismar semakin gemilang, tawaran menimba ilmu ke negeri orangpun singgah. Menurutnya, menolak tawaran berkuliah di negeri orang sama saja menolak karunia Tuhan. Maka, tahun 1973, berangkatlah ia ke University of Nevada di Reno, Amerika Serikat. Tiga bulan di sana, ia melanjutkan kuliah ke Universitas of Alabama di Toos Calosa dan University of Texas di Dallas, Amerika Serikat. Tahun 1990, ia kembali menimba ilmu menuju Belanda ke Ryks Universiteit, Leiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi ia diberi kemudahan untuk menuntut ilmu ke beberapa universitas luar negeri. Saat itu, Delyuzar bekerja dengan posisi cukup baik di perusahaan minyak, Caltex. Perusahaan itu memiliki program Asia Foundation yang memberikan beasiswa bagi putera-puteri bangsa. Delyuzar adalah sahabat Bismar semasa kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karir pertama Bismar sebagai seorang Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Pangkal Pinang kelas 3. Beberapa teman Bismar, mengusulkan Bismar menjadi ketua pengadilan di sana. Namun, ketua pengadilan yang lama belum mau pensiun dan minta perpanjangan setahun lagi. Teman-teman yang mencalonkan Bismarpun berniat melakukan demonstrasi, namun Bismar langsung menolak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan jabatan yang dia inginkan. Jabatan itu tak ada artinya bagi Bismar. Itu yang selalu ia tekankan dalam menjalani hidup. Rezeki menjadi ketua pengadilan sepertinya memang untuk Bismar. Ketua Pengadilan Pontianak kelas 1 meninggal dunia. Bismar diminta untuk menggantikan. “Saya tidak pernah mengemis jabatan. Bukan saya yang menginginkan ini. Tapi, masyarakat yang meminta,” ujar Bismar penuh keyakinan.&lt;br /&gt;Menjadi seorang hakim agung pun bukan semata keinginan Bismar. Bahkan, ia sama sekali tidak tahu jika dicalonkan sebagai hakim agung di Mahkamah Agung RI. Dua kali Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mencalonkan Bismar, namun dua kali pula ditolak. Baginya, PPP bukanlah milik negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya, saat Partai Golongan Karya (Golkar) mencalonkan dirinya lagi sebagai hakim agung, dia merasa tak bisa menolak amanah. Alasannya sederhana, Golkar milik negara ini dan dia diberi amanah. Tuhan akan murka jika seorang manusia menolak amanah. Itulah yang selalu diyakininya dan menjadi pula motivasi bagi Bismar untuk menerima jabatan tersebut dan bertanggung jawab dengan jabatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, orang tua Bismarlah yang menginginkan putra ketujuhnya ini menjadi seorang hakim. Bismar tak pernah berambisi apalagi bercita-cita menempati jabatan sebagai hakim agung. Sebab, Bismar adalah orang yang tahu diri. Dia anak desa dengan pendidikan yang tidak lazim. Tapi, jika Tuhan berkendak, maka jadilah. Tuhan memang menginginkan seorang Bismar Siregar menjadi seorang pendekar hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya selalu sukuri semua yang saya alami karena ini adalah takdir Tuhan,” tutur Bismar yang disapa Opung oleh cucu-cucunya. Kebersamaan bersama istri, anak-anak, dan cucu-cucu adalah hal yang paling Bismar senangi. Melihat mereka tumbuh dan berkembang membuat Bismar merasa hidupnya sangatlah indah. Bismar tidak ingin cucu-cucunya merasakan apa yang ia rasakan dulu, tak pernah merasakan belaian kasih sayang opung yang pergi saat Bismar masih sangat kecil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Opunggggg.....tadi aku dinakalin temanku,” tutur Yasmin, salah satu cucu kembar Bismar yang baru saja kembali dari sekolah. Bismar pun langsung memberikan pelukan serta ciuman hangat tanda rasa sayang yang begitu besar terhadap cucunya itu. Kemudian, Bismar pun memberikan nasihat pada sang cucu agar sabar menghadapi ulah temannya yang nakal. Sang cucu langsung tersenyum dan pamit untuk berganti pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismar adalah seorang suami, ayah, dan opung yang begitu dicintai. Senyum yang selalu ditebarkan memberi semangat bagi istri, anak-anak, dan cucu-cucunya. Bila ia tidak suka terhadap sesuatu, wajahnya tidak pernah menunjukkan raut tidak suka. Dia hanya tersenyum. Ketika dia marah karena suatu hal, ia memilih diam dan enggan memperlebar. Ia sama sekali tidak mau ada ketegangannya. Jadi, jika ia diam saja itu menandakan ada yang mengganjal di hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap penyayang Bismar juga dirasakan betul oleh istri, anak-anak, dan cucu-cucu Bismar. Maka, mereka tak segan untuk bercerita apapun pada Bismar. Sikap ikhlas yang tertanam kuat di diri Bismar, tak lupa ia tanamkan juga pada anak-anak. Maka,  meski Bismar kerap dipindahtugaskan tak membuat Bismar dan keluarganya mengeluh. Istri dan anak-anak kerap ikut kemanapun Bismar berdinas, hanya saat di Ambon istri dan anak-anaknya tidak ikut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada waktu senggang, Bismar dan keluarga besarnya mencari tempat-tempat yang menyenangkan untuk sekedar melepas kepenatan. Makan malam bersama juga selalu Bismar dan istri biasakan untuk Anak-anak dan cucu-cucu yang hingga kini masih tinggal bersamanya. Itu lah Cara Bismar dan Anen untuk membangun kebersamaan antara anak-anak dan cucu-cucunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kebiasaan unik yang hingga kini tak pernah berubah dari seorang Bismar. Ia kerap membawa minuman dan makanan dari rumah. Saat menjadi hakim agung pun, dia kerap meminta Anen menyiapkan bekal. Ia bukan tipe orang yang suka makan di restoran atau makan di luar rumah. Bagi Bismar, masakan istri tercinta adalah makanan paling enak sedunia. Anen menyebut gulai pakis sebagai makanan favorit suaminya. Setiap ada kerabat di Medan yang akan ke Jakarta, Anen tak lupa memesan pakis untuk memberikan suguhan istimewa pada Bismar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismar bukanlah sosok yang mendominasi apalagi otoriter. Ia selalu menjadi pendengar yang baik dan senang memberi nasihat. Berbagai masalah mulai dari hal kecil hingga hal besar selalu ia diskusikan dengan istrinya. “Kata Bapak, perempuan itu mengambil keputusan dengan emosional, sedangkan bapak-bapak mengambil keputusan dengan logika. Jadi, supaya seimbang,” ujar Anen dengan wajah bangga pada suaminya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lukisan Perlambang Cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 11 tahun 6 bulan mengabdi sebagai hakim agung, tahun 1995 pensiunlah Bismar.  Praktis kegiatannya setelah pensiun hanya mengajar saja. Ia menjadi Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta, Dekan Fakultas Hukum Universitas Al-Azhar Jakarta, dan Dosen Fakultas Hukum Jurusan Hukum Islam Universitas Pancasila Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini memasuki usia senja, Bismar hanya mengajar di satu tempat saja. Dia menyadari bahwa semakin berumur, energi yang dimilikinya juga tak seperti saat muda. Apalagi, padat dan macetnya ibukota, membuat Bismar sering mengalami kejenuhan dan stres. Sekarang, dia hanya mengajar di Universitas Pancasila Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ada waktu kosong, Bismar memanfaatkan waktu untuk menulis. Hingga saat ini, ada sekitar 30 buah buku yang dikarang oleh Bismar. Beberapa diantaranya beredar dipasaran. Menulis adalah hobi Bismar sejak dahulu. Ketika ia menjabat sebagai hakim agung, ia selalu meminta sekretaris pribadinya untuk mengetikan naskah yang ia buat. Namun, setelah pensiun dan tak memiliki sekretaris pribadi lagi, dia harus melakukannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambat laun ia mulai bersahabat dengan teknologi. Ia mulai belajar menggunakan komputer karena tahu teknologi itu akan sangat mempermudah dirinya dalam hobi menulis.  Di tengah malam, Bismar selalu bangun untuk solat tahajud. Biasanya, setelah tahajud ide demi ide mengalir di kepalanya dan jemari Bismarpun mulai bermain di atas tuts komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku karangan Bismar adalah kumpulan tulisan Bismar kemudian dibukukan. Tak penting laku tidaknya buku yang dia keluarkan. Tapi, bagaimana ilmu dan pengalaman yang Bismar miliki bisa dibagi kepada masyarakat. Pernah sekali waktu, buku yang tidak habis di toko buku berjumlah kurang lebih seribu buku. Akhirnya, Bismar menyerahkan buku-buku tersebut ke toko Wali Songo di daerah Kwitang dan menyuruh pengelola toko membagikan untuk pelanggannya secara cuma-cuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menulis, Bismar punya hobi lain. Iya senang menuangkan perasaannya pada media kanvas dan cat minyak. Ya... Dia senang melukis. Lukisannya bergaya ekspresionis. Ia tak belajar dimana-mana untuk bisa melukis. Hanya berbekal kemauan dan coba-coba, jadilah sebuah lukisan indah dimana perasaan Bismar tertuang disana. Ia membuat pameran pada tahun 2008 silam, sekaligus merayakan hari ulang tahunnya yang ke-80 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah lukisan favorit Bismar yang merupakan perlambang cinta ia dan istrinya. Lukisan itu menggambarkan dua buah pohon yang daunnya sedang meranggas. Latar belakang pohon itu adalah suasana dikala senja. Dua pohon dengan latar belakang senja menggambarkan Bismar dan istrinya yang kini telah memasuki usia senja. Bismar pernah mengatakan pada istrinya, bahwa suatu saat pohon itu akan mati satu. “Entah saya atau dia. Kalau saya boleh meminta pada Tuhan, biar saya dulu karena saya biasa diurusi dia,”ujar Bismar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan Bismar yang lain adalah memberi dakwah tentang agama dan memberikan nasihat pernikahan. “Hidup itu sangat mudah. Manusianya sendiri yang sering membuat hidup menjadi susah,” tutur Bismar. Begitulah sosok Bismar Siregar. Hakim agung yang begitu dikenal dengan ketegasan sikapnya. Selalu menebar senyum dan keramahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6449747697080730891-4930040230603449472?l=anisacaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anisacaur.blogspot.com/feeds/4930040230603449472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6449747697080730891&amp;postID=4930040230603449472' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/4930040230603449472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/4930040230603449472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anisacaur.blogspot.com/2010/03/bismar-siregar-pendekar-hukum-yang.html' title='Bismar Siregar, Pendekar Hukum yang Murah Senyum'/><author><name>Anisa Saptari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05841960003388965054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtl0gD6iqI/AAAAAAAAABo/s0y8ve-nxGg/S220/DSC03613.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/S6B8N_2FEeI/AAAAAAAAAEM/xeUL3bPGcew/s72-c/IMG_2430.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6449747697080730891.post-1336804433058622093</id><published>2010-03-11T05:48:00.000-08:00</published><updated>2010-03-16T23:39:40.793-07:00</updated><title type='text'>Sekolah si Kaya</title><content type='html'>Pendidikan di Indonesia sangatlah mengecewakan dan tak kunjung mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya di kelas 4 SD angkatan saya pernah dijadikan "kelinci percobaan". Angkatan saya dicoba menjadi siswa-siswi percobaan. Materi pelajaran kami dipadatkan menjadi Senin-Jumat, hingga harus pulang ke rumah pukul 15.30 WIB. Anak SD mana yang pulang sekolah sudah sangat sore seperti itu? Saya selalu merasa lelah pada malam harinya, hingga tak sempat belajar. Besok paginya, semangat untuk belajar sangat menurun. Bayangkan saja, anak seusia itu, harus menerima materi pelajaran yang sedemikian padat dan pulang cukup sore. Kelas Percobaan tadi, tidak diterapkan untuk angkatan dibawah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula di SMP dan SMA. Bagi saya, ketentuan yang dibuat pemerintah selalu saja berubah-rubah. Bahkan, saat kini saya di universitas pun pendidikan tak kunjung menemui titik terang. Kurikulum angkatan saya dengan angkatan atas atau bawah saya sama sekali berbeda. Mungkin bukan hanya fakultas saya yang masih "mencari" formula terbaik untuk pengajaran, mungkin semua fakultas di semua universitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling saya khawatirkan adalah jurusan kedokteran. Sebab, jurusan tersebut berhubungan dengan nyawa manusia. Belakangan ini kita banyak mendengar bahwa dokter-dokter sering melakukan tindakan malpraktik. Bisa jadi, tindakan malpraktik ini akibat pengajaran di universitas yang kurang sempurna dan penyeleksian calon-calon dokter yang kurang ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering mendengar, bahwa di sejumlah universitas bersedia menerima mahasiswa baru kedokteran dengan membayar sejumlah uang. Jika sebenarnya orang tersebut tidak mampu mengikuti pendidikan kedokteran, kenapa harus dipaksakan? Dampaknya tentu secara langsung kepada masyarakat, yakni dengan tindakan malpraktik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini saya mendengar berita mengejutkan, bahwa beberapa SMP dan SMA Negeri unggulan di Indonesia akan diubah menjadi Sekolah Internasional. Mengapa saya terkejut? Sekolah Internasional berarti jelas bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris. Fasilitas untuk menunjang Sekolah Internasional juga perlu ditingkatkan. Secara otomatis, membutuhkan biaya yang besar. Pemerintah tidak mungkin memberikan subsidi dalam jumlah besar bukan? Sebab, dana yang dimiliki pemerintah bukan hanya untuk sektor pendidikan. Lalu, sekolah negeri yang notabene tidak memiliki yayasan tentu tidak mampu menanggung sepenuhnya biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan fasilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otomatis biaya peningkatan fasilitas dibebankan kepada siswa baru yang mendaftar. Tentu biaya yang dibutuhkan tidak sedikit. Maka, secara otomatis pula, siswa baru yang mendaftar harus membayar dengan biaya yang cukup besar. Bayangkan saja, sekolah negeri, yang notabene milik pemerintah mengharuskan siswanya membayar cukup mahal. Lalu apa bedanya dengan sekolah swasta? Berarti secara logika, siswa yang orang tuanya tidak mampu tidak dapat mendaftar. Itu tandanya pemerintah menutup akses bagi orang tidak mampu secara finansial, tapi sebenarnya mempunyai kemampuan besar alias pandai. Jadi, sekolah semacam ini bisa disebut sekolah untuk si kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan berikutnya, apakah SDM yang dibutuhkan berkompeten? Seperti yang kita ketahui, sebagian besar tenaga pengajar alias guru yang mengajar di sekolah-sekolah negeri sudah cukup berumur. Tidak semua dari guru-guru tersebut yang fasih berbahasa Inggris. Tentu diusia yang cukup berumur itu, sulit sekali untuk melatih guru-guru itu agar segera fasih berbahasa Inggris. Jika harus menunggu guru-guru tersebut fasih dan mudah menyampaikan materi dalam bahasa Inggris, tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Di samping itu, harus ada biaya lagi yang keluar untuk melatih guru-guru secara intensif belajar bahasa Inggris. Jika sudah bisa berbicara bahasa Inggris cukup lancar, pekerjaan guru-guru tidak sampai di situ, mereka masih harus mencari cara untuk menyampaikan materi yang mudah diterima siswa-siswi, tentunya dengan BAHASA INGGRIS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya jadi bertanya-tanya, apakah Undang-undang Dasar '45,Sumpah Pemuda dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya juga harus disuarakan dengan Bahasa Inggris? Apalagi salah satu poin di Sumpah Pemuda menyebutkan "Berbahasa Satu, Bahasa Indonesia" hmmmmmm......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6449747697080730891-1336804433058622093?l=anisacaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anisacaur.blogspot.com/feeds/1336804433058622093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6449747697080730891&amp;postID=1336804433058622093' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/1336804433058622093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/1336804433058622093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anisacaur.blogspot.com/2010/03/pendidikan-di-indonesia-sangatlah.html' title='Sekolah si Kaya'/><author><name>Anisa Saptari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05841960003388965054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtl0gD6iqI/AAAAAAAAABo/s0y8ve-nxGg/S220/DSC03613.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6449747697080730891.post-6811514436235455945</id><published>2010-03-11T05:06:00.000-08:00</published><updated>2010-03-11T05:41:50.559-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Finally....&lt;br /&gt;Gw update blog lagi...Kesibukan gw yg cukup padet bikin gw ga sempet buat ngupdate blog ini. &lt;br /&gt;Gw mau cerita hidup gw yang belakangan ini penuh warna. Dimulai dari beberapa pekerjaan di sebuah majalah remaja yang gw dapetin. Gw dapet kerjaan buat ngebimbing adek-adek yang mau jadi model. Seneng banget sih. Gw belajar buat mengenali karakter orang. Belajar buat mengkoordinir 40 anak-anak luar biasa yang punya talenta besar dan terkadang susah diatur....hmmmm (i love my Coverboy 2009 and my BGirl 2010). Tapi, itu semua bikin gw belajar, terutama belajar sabar.hehe. Pekerjaan ini sangat-sangat menyenangkan. Gw bener-bener bisa have fun ngejalaninnya dan yang terpenting keluar sejenak dari perkuliahan yang menjemukan!haha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, gw ngerjain proyek feature TV bersama temen-temen istimewa. Inda Astri Andini, Siti Nurjanah, Indah Tri Novita, Bagus Dwi Cahyo, and Suhervandri (i love you all). Begitu banyak cerita yang kita buat. Mulai dari berantem, ketawa, kesel, marah, seneng, dan berbagai rasa yang gw bingung gimana ngungkapinnya. Gw ga bisa ngelupain masa-masa 3 hari bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa ngebikin OJ buat anak-anak 2008 juga menjadi masa dimana memberikan pembelajaran buat gw. Dimasa itu, gw lagi dimasa ga bisa bagi waktu antara pekerjaan, kuliah, sama ngurusin OJ. Alhasil, gw ga turun lebih banyak ke OJ (i'm sorry...) Jujur di dalam hati gw, gw sedih tau. Gw keilangan banyak moment bersama kalian. Pekerjaan gw di OJ yang harusnya gw kerjain banyak yang miss ampe akhirnya harus pindah tangan. Sekali lagi maaf. Gw ngerasa bersalah banget sama kalian. Tapi, gw ga bisa berbuat apa-apa. Makanya, gw janji ama diri gw sendiri kalo seminggu sampe malem puncak gw bakal ngosongin waktu gw. Ternyata konflik ga kunjung reda. Mungkin semua orang lagi sama-sama cape. Makanya acara perang mulut, perang dingin, atau apapun namanya ga bisa dihindarin. Tapi, itu kan yang bikin skrg kita semakin dekat kan teman-teman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus masa-masa gw jadi miss hoki. "Aduhhh ada apa dengan sayaa....??" Cuma itu kalimat yang bisa gw ucapin begitu gw sadar kalo gw jadi miss hoki. Dimulai dari IP yang melonjak drastis mencapai angka hampir 4 (tak ada yg percaya, saya juga tidak). Entah bagaimana bisa. Apa-apa dipermudah. Menang lomba presenter. Sampe menang tiket javajazz. hahahaha. Smoga kehokian terus berlanjut...Aminnnnn&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, saya hanya ditemani laptop untuk mengupdate blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anisa Saptari&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6449747697080730891-6811514436235455945?l=anisacaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anisacaur.blogspot.com/feeds/6811514436235455945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6449747697080730891&amp;postID=6811514436235455945' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/6811514436235455945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/6811514436235455945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anisacaur.blogspot.com/2010/03/finally.html' title=''/><author><name>Anisa Saptari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05841960003388965054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtl0gD6iqI/AAAAAAAAABo/s0y8ve-nxGg/S220/DSC03613.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6449747697080730891.post-3469211058405312157</id><published>2009-01-28T04:40:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T05:00:19.540-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SYBW07X_NVI/AAAAAAAAACQ/WaRGpeWf6hM/s1600-h/kak+aam+(almh).jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 310px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SYBW07X_NVI/AAAAAAAAACQ/WaRGpeWf6hM/s320/kak+aam+(almh).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296328629079192914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemarin malam tgl 27 januari 2008 sekitar pukul 8, sepupu gw Gusti Rama yang akrab di sapa Aam menghembuskan nafas terakhirnya di RS Sawangan, Depok. Gw yang lagi chatting dan sibuk buka FB tiba2 dapet sms dari sepupu gw yang lain kalau orang yang gw sapa Kak Aam itu udah pergi untuk selama-lamanya. Sedih? Sudah pasti. Kehilangan? Sudah pasti.Tapi,kita ga boleh meratap kan?kita hrs terima kematian itu karena suatu ketika kita juga akan kembali pada-Nya. Terakhir gw ketemu dia di rumah gw di Depok waktu ada acara kumpul keluarga. Saat itu, dia udah sakit dan dia cuma bisa tiduran karena badannya lemes. Sempet ada percakapan singkat antara gw sama dia.&lt;br /&gt;Icha(I): Lah Kak Aam sakit? Sakit apa?&lt;br /&gt;Aam(A) : Iya nih cha. Bengkak nih. (Sambil nunjukin lehernya yang bengkak)&lt;br /&gt;I : Ya ampun kenapa tuh? (Kak Aam cuma menggelengkan kepalanya). Ke dokter gih.&lt;br /&gt;A : Iya,iya. mau.&lt;br /&gt;Hanya itu obrolan yang sempet kami lakukan. Gw juga ga tega buat ngajak ngobrol dia lebih banyak lagi karena gw tau dia nahan sakit. Entah penyakit apa yang menggerogoti badannya yang memang kurus itu. Dia orang baik. Di balik penampilannya yang sangar dia punya sejuta kebaikan hati dan satu yg gw salut dia bisa begitu menyayangi dan memperhatikan nyokapnya. Kak Aam belum lama tinggal ama nyokapnya. Sebelumnya mereka cuma ketemu beberapa waktu sekali dan mereka tinggal terpisah. Ada satu kelegaan di hati gw. setidaknya sebelum dia pergi meninggalkan dunia ini dia udh sempet ngerasain tinggal sama nyokapnya.Kita ga pernah tau kapan kita mau diambil sama yang diatas. Seharusnya mulai dari sekarang ini kita menyiapkan diri untuk bekal kita menuju hadapan sang Khalik.Saat jazad kita sudah menyatu dengan tanah, itu tandanya kita akan menuju ke kehidupan kekal yang menuntut pertanggung jawaban kita di dunia. Selamat jalan Kak Aam doaku menyertaimu selalu........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6449747697080730891-3469211058405312157?l=anisacaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anisacaur.blogspot.com/feeds/3469211058405312157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6449747697080730891&amp;postID=3469211058405312157' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/3469211058405312157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/3469211058405312157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anisacaur.blogspot.com/2009/01/kemarin-malam-tgl-27-januari-2008.html' title=''/><author><name>Anisa Saptari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05841960003388965054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtl0gD6iqI/AAAAAAAAABo/s0y8ve-nxGg/S220/DSC03613.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SYBW07X_NVI/AAAAAAAAACQ/WaRGpeWf6hM/s72-c/kak+aam+(almh).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6449747697080730891.post-4694391200759173905</id><published>2009-01-21T15:40:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T15:49:08.388-08:00</updated><title type='text'>Cerpen Belum Dikasi Judul..</title><content type='html'>Gw disuru bikin cerpen ttg wartawan gtu. Nah, karena gw udh ga punya ide akhirnya tercipta lah sebuah cerita sinetron. Kayanya abis ini indosiar ngontrak gw jadi penulis cerita  film dubbingnya.hahaha&lt;br /&gt;berikut cuplikan cerpennya. oiya,cerpennya belum dikasi judul jadi kalo ada yg mau bantuin kasi judul boleh kok....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caca adalah seorang gadis berusia 25 tahun. Pasti tidak ada yang menyangka di balik penampilan fashionable-nya, ia bergelut di dunia kewartawanan karena gaya berpakaiannya sama sekali tidak mencerminkan seorang wartawan. Ia memakai terusan berwarna merah muda dengan stiletto warna senada dengan bajunya. Rambut pendek sebahu dengan kacamata berbingkai ungu tua. Iya memakai perona pipi warna merah muda pula. Penampilannya memang sangat menawan jauh dr kesan dekil yang kata orang identik dengan wartawan.&lt;br /&gt; Lulusan jurusan jurnalistik dari sebuah universitas negeri di Kota Bandung ini, juga tidak seperti wartawan pada umumnya. Jika wartawan senang membaca majalah serius atau menonton tayangan berita, Caca gemar membaca tabloid gosip dan tayangan gosip. Tapi, cita-citanya tidak pernah luntur. Caca ingin menjadi wartawan kriminalitas.&lt;br /&gt; Memang hobi dan cita-cita Caca sangat bertolak belakang. Tapi, jangan ragukan kemampuan Caca dalam meliput masalah kriminal. Dengan polisi pun, Caca mampu menjalin hubungan baik. Ia begitu mengerti apa saja pasal-pasal mengenai tindakan kriminalitas. Jadi, jangan mengira dia tidak tahu apa-apa soal bidangnya tersebut.&lt;br /&gt; Sudah 3 tahun ini, Caca bekerja di surat kabar Jakarta Macet, sebuah surat kabar yang cukup terkenal di Kota Jakarta. Sebagai seorang wartawan kriminalitas, Caca banyak turun ke lapangan dan bertemu banyak orang. Memang Caca sosok yang ramah dan mampu dekat dengan banyak orang. Ia tahu persis bahwa pekerjaannya menuntutnya ekstra hati-hati karena seringkali berbagai liputannya membahayakan dirinya.&lt;br /&gt;Pagi itu, disaat Caca sedang melakukan persiapan untuk liputan sebuah tindak kriminalitas, tiba-tiba ia teringat sosok Herman, cinta pertamanya. Entah mengapa, walaupun kini ia telah bertunangan dengan Deni, kekasih yang telah memacarinya 2 tahun belakangan, ia tetap masih memikirkan Herman. Herman memang bukan pria baik-baik, dia senang minum alkhohol dan senang memakai obat-obatan terlarang.&lt;br /&gt; Telepon dari Pak Niko membuyarkan lamunan Caca. Pemimpin redaksi tempatnya bekerja itu mengingatkan bahwa pukul 11.00 WIB ia tak boleh telat datang ke Kapolsek Kramat Jati. Kali ini ia harus meliput mengenai aksi pencurian motor yang terjadi di daerah Kramat Jati tersebut. Ia bersama seorang fotografer segera berangkat menuju lokasi kejadian.&lt;br /&gt; Hari itu panas di Jakarta sangat terik. Caca tidak takut kulitnya yang putih dan mulus tersengat matahari. Ia merasa sun block cukup bisa menangkal sengatan matahari. Usai liputan itu, dia duduk di pinggir jalan sambil menikmati segelas es cendol. Ya, meliput kriminal memang sangat lelah. Tak seperti saat dirinya masih memegang liputan seni dan budaya. Tapi, itu lah keinginannya. Baginya, untuk mewujudkan keinginan yang bagi orang tuanya cukup aneh itu, Caca harus bekerja keras.&lt;br /&gt; Malam harinya, tunangan Caca datang untuk membicarakan hari bahagia mereka. Tapi kali itu Caca enggan membicarakan. Pikirannya masih pada Herman. Ia mengingat masa-masa bahagia bersama Herman, saat ia masih menjalin cinta bersama Herman. Entah apa yang merasuki jiwa Caca, Ia mengusir Deni. Mereka beradu mulut dan brakkk…..!! Caca jatuh tak sadarkan diri. &lt;br /&gt; Ketika terbangun, ia melihat sekelilingnya, tempat yang asing baginya. Ya, dia di rumah sakit. Sebuah tempat yang paling enggan dikunjunginya. Namun, apa daya sekarang ia sudah berada di rumah sakit dengan selang infus ditangannya. Ingin rasanya ia pergi dari tempat yang paling dibencinya itu. Deni yang menemaninya di rumah sakit, terbangun. Deni pun segera meminta maaf. Caca mengangguk lemah.&lt;br /&gt; Selang beberapa lama, dokter memanggil Deni. Keluarga Caca tidak dapat datang karena ayahnya kini tinggal bersama kakaknya di sebuah pedalaman di Jayapura. Sangat sulit akses menuju Jakarta. Sang ibu telah tiada. Saudara di Jakarta tidak ada yang dekat betul dengan Caca. Hanya Deni yang bisa merawat dan memperhatikan Caca sepenuhnya.&lt;br /&gt; Deni masuk ke ruang dokter. Wajah si dokter tampak muram. Seakan-akan ada sebuah beban berat yang hendak dibagi. Deni lekas bertanya sang tunangan menderita penyakit apa. “Kanker otak stadium 2….” Ujar dokter pelan. Deni tak percaya. Ia merasa salah mendengar dan meminta dokter mengulang sekali lagi. Tapi, jawabannya tetap sama. Kanker otak stadium 2 tengah menggerogoti tubuh orang yang begitu dicintainya. Seorang wartawan kriminalitas yang cantik dan keras kepala. Giliran Deni yang limbung.&lt;br /&gt; Perlahan-lahan Deni berjalan menuju kamar Caca. Tatapannya kosong dan ia tak tahu apa yang harus dilakukan. Deni membuat sebuah keputusan besar, yakni MENIKAHI CACA SEGERA. Ia segera menemui Caca dan menyatakan keinginannya untuk mempercepat pernikahan. Caca tegas-tegas menolak. Ia masih ingin mengembangkan karier kewartawanannya. Ia tak mau pernikahan dan anak-anak kelak menjadi penghambat.&lt;br /&gt; Deni terus memaksa, namun Caca juga tetap menolak. Setelah 3 hari dirawat, Caca diperbolehkan pulang. Sehari kemudian, ia sudah masuk kantor. Pak Niko heran karena Caca sudah masuk dan menanyakan apa yang harus dikerjakannya. Pak Niko sungguh tak tega dengan bibir Caca yang masih pucat dan badan yang masih terlihat lemas. Caca, bersikukuh untuk tetap bekerja. Pak Niko pun mengalah.&lt;br /&gt; Liputan kali ini Caca harus menemui Kapolsek Cikini untuk menggali informasi lebih banyak mengenai sindikan pengedar obat-obatan terlarang. Caca segera mempersiapkan segala keperluan dan berangkat bersama Pak Niko. Pak Niko sendiri yang menemani karena koran mereka akan mendapatan liputan ekslusif, mulai dari persiapan penangkapan hingga penangkapannya. &lt;br /&gt; Setibanya di polsek Cikini, Caca dan Pak Niko langsung menemui kapolsek. Kapolsek Cikini menyambut ramah dan mempersilahkan Caca dan Pak Niko ke ruangannya. Ia pun segera memberikan gambaran mengenai proses penangkapan. Kapolsek juga memberikan foto salah satu Bandar narkoba yang menjadi sasaran penangkapan. Foto itu ada di tangan Caca sekarang dan Caca segera berlari keluar ruangan.&lt;br /&gt; Kapolsek dan Pak Niko tentu sangat terkejut karena sikap Caca yang tiba-tiba keluar ruangan. Herman Taulani. Kekasih yang begitu dicintainya beberapa tahun silam. Herman yang selalu membayang-bayangi Caca. Caca tak kuasa menahan tangis. Di depan ruangan kapolsek ia menangis. Pak Niko menyusulnya dan menanyakan apa yang terjadi. Caca tak mampu berkata-kata. &lt;br /&gt; Setelah Caca sedikit tenang, Pak Niko kembali menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Caca pun jujur pada Pak Niko yang sudah ia anggap seperti ayahnya sendiri. “Itu Herman yang sering Caca certain, Pak..” ujar Caca diiringi isak tangis. Pak Niko bingung dan tak tahu harus berkata apa. Kapolsek pun langsung berujar, “Mbak Caca kalau mbak kenal denga orang ini, Anda harus membantu kami. Ini kan meresahkan masyarakat.”&lt;br /&gt; Caca dihadapkan pada pilihan yang sulit. Di satu sisi, ia harus membantu kerja polisi karena tindakan para bandar narkoba itu sudah sangat meresahkan warga. Kemarin saja, ada ibu-ibu yang melaporkan bahwa anaknya ditawari semacam permen oleh orang yang tidak dikenalnya. Di sisi lain, ia tak sanggup bila melihat Herman yang begitu disayanginya harus hidup dibalik jeruji besi. &lt;br /&gt; Akhirnya, Caca membuat keputusan untuk membantu kerja polisi. Ia juga punya misi lain, yakni menyadarkan Herman atas perbuatannya yang salah itu. Caca tahu bahwa selama ini Herman memang pengguna narkoba, bahkan saat masih berpacaran dengannya dia juga kerap meminjam uang dalam jumlah yang cukup banyak. Rasa cinta Caca yang begitu besar membuat Caca rela mengeluarkan uang berapa pun. Uang bulanan dan uang hasil jerih payah magang di majalah pun ludes hanya untuk Herman. Caca kembali mengingat masa-masa itu. Masa dimana dirinya merasa bahagia dengan Herman.&lt;br /&gt; Kini masa bahagia itu hanya tinggal kenangan. Saat Herman pergi untuk wanita lain yang jauh lebih beruang dibanding dirinya. Herman memang butuh uang untuk membeli obat-obatan haram itu. Ada sedikit rasa syukur di hati Caca karena ia tek perlu lagi terjerumus dosa membelikan barang haram itu untuk Herman. Tapi, rasa cinta itu tetap ada.&lt;br /&gt; Kapolsek menyapa Caca dengan lembut seakan-akan tahu apa yang sedang dipikirkan Caca. Caca berhenti menangis dan mencoba untuk menenangkan diri. Diseruputnya teh manis hangat yang disajikan untuknya. Caca sudah mulai tenang. “Saya siap membantum, Pak.” Ujar Caca. Kapolsek dan Pak Niko tersenyum lega. Caca masih tetap gundah gulana walaupun telah menyanggupi permintaan kapolsek untuk menghubungi Herman. “Herman, kamu dimana? Aku mau ketemu.” kata Caca penuh harap. Caca tersenyum senang dan mengatur tempat, serta waktu pertemuan. Entah mengapa Caca menjadi begitu bahagia hari itu. Mungkin  karena pertemuannya dengan Herman. &lt;br /&gt;Esok hari pukul 09.00 WIB, Caca sudah siap pergi. Ia tampak segar dan cantik. Tiba-tiba Deni datang dan melarangnya untuk pergi. Tapi, Caca adalah orang yang keras kepala. Dia tetap nekat untuk pergi dan perang mulut tak dapat dihindarkan. Caca segera naik ke mobilnya dan meninggalkan Deni. Deni hanya tertegun melihat kepergian Caca. Caca tiba di restoran tempat dirinya sering menghabiskan waktu dengan Herman. Dia kembali rindu masa itu.&lt;br /&gt;Tak lama kemudiaan, datang seorang pria bertubuh bongsor dengan anting di kedua kupingnya. Dia Herman, pria yang Caca tunggu-tunggu kehadirannya kini di depan matanya. Herman langsung memeluk Caca dan bau alkhohol pun tercium dari mulutnya. Herman tak pernah berubah. Dia selalu saja begini. Mereka mengobrol untuk melepas rindu. Kapolsek telah mengirim anak buahnya untuk mengawasi pertemuan ini. Saat Caca pergi ke kamar mandi, penangkapan itu terjadi.&lt;br /&gt;Kini borgol telah mengikat kedua tangan Herman. Herman akan segera mendekam di balik jeruji besi. Caca datang untuk meminta maaf kepada Herman atas penjebakan yang dilakukannya. “Pengkhianat kamu!!!” ujar Herman berulang kali. Caca berurai air mata. Tak lama kemudian tubuhnya kembali tumbang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6449747697080730891-4694391200759173905?l=anisacaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anisacaur.blogspot.com/feeds/4694391200759173905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6449747697080730891&amp;postID=4694391200759173905' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/4694391200759173905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/4694391200759173905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anisacaur.blogspot.com/2009/01/cerpen-belum-dikasi-judul.html' title='Cerpen Belum Dikasi Judul..'/><author><name>Anisa Saptari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05841960003388965054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtl0gD6iqI/AAAAAAAAABo/s0y8ve-nxGg/S220/DSC03613.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6449747697080730891.post-8697042467477482119</id><published>2009-01-21T15:30:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T15:33:44.155-08:00</updated><title type='text'>Tulisan Ga Penting............</title><content type='html'>sangat sulit ya untuk mengerti ttg dunia ini dan semua yang ada di dalamnya. gw ga habis pikir knp masalah itu ga pernah ada abisnya.sumpah yang namanya beban berat ya gw dapetin nih sekarang.tapi hidup yang kita jalani skrg adalah konsekuensi pilihan kita.doain aja ya masalah dan semua urusan gw beres dan ga menyisakan kesedihan di hati gw.dukung gw terus ya.belakangan gw males ngisi blog ini dengan panjang lebar karena gw sgt malassss...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6449747697080730891-8697042467477482119?l=anisacaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anisacaur.blogspot.com/feeds/8697042467477482119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6449747697080730891&amp;postID=8697042467477482119' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/8697042467477482119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/8697042467477482119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anisacaur.blogspot.com/2009/01/tulisan-ga-penting.html' title='Tulisan Ga Penting............'/><author><name>Anisa Saptari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05841960003388965054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtl0gD6iqI/AAAAAAAAABo/s0y8ve-nxGg/S220/DSC03613.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6449747697080730891.post-9105883483207143804</id><published>2009-01-17T19:34:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T19:44:07.151-08:00</updated><title type='text'>Salut........</title><content type='html'>gw cuma mau bilang : "gw salut bgt sama temen2 gw yang bertanggung jawab dan komit sama pilihannya. buat gw itu luar biasa bgt dan gw sangat menghargai itu."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6449747697080730891-9105883483207143804?l=anisacaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anisacaur.blogspot.com/feeds/9105883483207143804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6449747697080730891&amp;postID=9105883483207143804' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/9105883483207143804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/9105883483207143804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anisacaur.blogspot.com/2009/01/cuma-gw-bilang-gw-salut-bgt-sama-temen2.html' title='Salut........'/><author><name>Anisa Saptari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05841960003388965054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtl0gD6iqI/AAAAAAAAABo/s0y8ve-nxGg/S220/DSC03613.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6449747697080730891.post-3744369556443672185</id><published>2009-01-17T09:39:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T09:52:56.136-08:00</updated><title type='text'>BeteBete ah..BasiBasi lo...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agak sedih sih...temen2 ngomongin hal itu2 aja.ga beres2 berdebat terus soal yang sama. sebenernya perdebatan itu ga perlu ada kalo kita semua masing-masing saling ngerti dan punya kesadaran sendiri untuk ga egois. kita pendam deh sikap egoistis kita masing-masing. kita tuh satu. satu hati, satu jiwa, satu nasib, satu penanggunggan. knp sih kita kebanyakan ngeluh untuk masalah yang itu2 aja? kenapa kita ga ngomongin hal lain yang kayanya lebih penting di banding sekadar berdebat ngomongin masalah itu2 lagi?mungkin di dalam diri kalian masing-masing ga ada rasa saling memiliki satu sama lain. jadi, kalian ga peduli. tapi gw merasa memiliki kalian bgt. karena rasa memiliki itu juga gw jadi selalu berusaha utk menghargai kalian semua. menurut gw, salah satu cara untuk menghargai kalian itu, ya ngerjain apa yg mampu gw kerjain supaya ga ngebebanin kalian. gw sadar gw ga bisa berharap kalian menjadi seperti apa yg gw harepin. tapi, kita ini kan satu angkatan ya. kenapa sih kalian ga mencoba utk saling mengerti?kalo saling ngerti kesel2an atau emosi ga pernah ada. kita emang berhak bersuara, negara kita negara demokrasi. tapi, ga perlu pengaruhin orang lain untuk ikut2an di pilihan kita.biarin orang lain berpikir sendiri tentang apa yg harus dilakukannya. ga usah saling mempengaruhi. gw rasa kalian semua adalah orang2 yang dewasa.orang-orang dewasa pasti tau apa yg harus dilakukannya. take care. _caur_&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6449747697080730891-3744369556443672185?l=anisacaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anisacaur.blogspot.com/feeds/3744369556443672185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6449747697080730891&amp;postID=3744369556443672185' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/3744369556443672185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/3744369556443672185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anisacaur.blogspot.com/2009/01/betebete-ahbasibasi-lo.html' title='BeteBete ah..BasiBasi lo...'/><author><name>Anisa Saptari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05841960003388965054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtl0gD6iqI/AAAAAAAAABo/s0y8ve-nxGg/S220/DSC03613.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6449747697080730891.post-352744960810477586</id><published>2009-01-09T19:59:00.000-08:00</published><updated>2009-01-09T20:09:59.473-08:00</updated><title type='text'>Gara2 Kebanyakan Bikin Tugas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Laptop gw udh jadi sahabat setia gw. Apalagi semenjak masuk jurnal hidup gw ga bisa jauh ama laptop. Hampir setiap hari gw abisin waktu gw sama laptop tercinta. Laptop Ben-Q  (bukan keluaran terbaru, harganya pun ga 12 juta,hahaha...) yang sangat simpel dan sederhana tp banyak manfaat bgt. Apalagi sebagai banci foto, foto gw muat semua di laptop kebanggaan gw ini. Gw beliin dia bungkus laptop warna pink. Gw bawa-bawa terus, bahkan balik ke Jakarta pun doi ga boleh ketinggalan. Tapi, justru doi yang membawa dampak atas besarnya minus mata gw dan ditambah silindris pula. Alhasil, gw harus pake kaca mata. Sekarang gw culun-culun dikit dengan kacamata levi's perpaduan ungu-pink. Hehe. Sekarang gw jadi agak jaga jarak ma laptop kesayangan ini karena ga boleh terlalu banyak-banyak berinteraksi. Maaf ya laptop....jadi sedih nihhh&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6449747697080730891-352744960810477586?l=anisacaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anisacaur.blogspot.com/feeds/352744960810477586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6449747697080730891&amp;postID=352744960810477586' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/352744960810477586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/352744960810477586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anisacaur.blogspot.com/2009/01/gara2-kebanyakan-bikin-tugas.html' title='Gara2 Kebanyakan Bikin Tugas'/><author><name>Anisa Saptari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05841960003388965054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtl0gD6iqI/AAAAAAAAABo/s0y8ve-nxGg/S220/DSC03613.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6449747697080730891.post-6944023722741494824</id><published>2008-12-20T01:05:00.000-08:00</published><updated>2008-12-20T01:36:45.211-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Gw juga ga nyangka kalo ternyata gw bisa nyanyi juga. Emang suara gw ga sebagus Krisdayanti atau Vina Panduwinata. Tapi modal PD donk....&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUy42GkceEI/AAAAAAAAACI/DacqHhsdLhA/s1600-h/DSC02357.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281799702614669378" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUy42GkceEI/AAAAAAAAACI/DacqHhsdLhA/s320/DSC02357.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Kalo lo malu-malu terus, ampe lebaran monyet lo ga bakal jadi "sesuatu". Mulai sekarang lo harus belajar banyak hal, pelajarin semua bidang. Bukan maruk apalagi tamak, tapi lo harus ngerasain semua hal paling ga sekali dalam hidup lo. Keberhasilan seseorang itu dimulai dari yang namanya "coba-coba". Kalo lo udah nyoba, lo jadi tau. Kalo lo udah tau, pengalaman lo jadi banyak. Tadinya gw adalah orang yang jago kandang. Ga berani buat tampil "menonjol" di muka umum. (pasti pada ga percaya...) Tapi ini serius lho. Gw sering ngerasa ga PD karena minder. Gw selalu aja ngerasa minder sama orang lain. Kayanya di mata gw, orang lain itu hebat, orang lain  itu &lt;em&gt;hero&lt;/em&gt;. Tapi, semakin kesini gw sadar kalo berpikir kaya gitu ga ada bagus-bagusnya. Lo ga bakal maju kalo lo ga buang jauh-jauh rasa malu dan minder lo. Akhirnya, gw buang jauh-jauh keminderan gw itu, dan hasilnya malu-maluin...haha..Tapi gw bangga sama diri gw sendiri. Bukan maksud nyombongin diri, tapi siapa lagi yang mau bangga ama seorang Anisa Saptari selain gw??Iya toh?Lo harus bangga menjadi lo yang sekarang. Lo harus yakin sama talenta yang ada dalam diri lo. Kalo orang bilang lo jelek, sebenernya dia lagi ngatain dirinya sendiri (soalnya dirumah dia ga punya kaca, tapi kalo Brad Pitt atau Dian Sastro yang ngatain lo jelek, gw saranin pasrah aja...hehe). Kalau orang bilang lo bego, sebenernya orang itu yang bego. Percaya deh sama gw, orang yang cuma bisa nilai orang dengan negatif, sebenernya dia lagi menilai dirinya sendiri. Bingung ya ama penjelasan gw? Itu tandanya lo sendiri yang harus ngasi tanggapan lo sendiri tentang masalah ini. Lo juga yang harus jawab sendiri pertanyaan lo tentang masalah ini. Soalnya, jawaban-jawaban itu sebenernya ada di diri lo sendiri. So, be your self!!!!!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6449747697080730891-6944023722741494824?l=anisacaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anisacaur.blogspot.com/feeds/6944023722741494824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6449747697080730891&amp;postID=6944023722741494824' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/6944023722741494824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/6944023722741494824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anisacaur.blogspot.com/2008/12/gw-juga-ga-nyangka-kalo-ternyata-gw.html' title=''/><author><name>Anisa Saptari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05841960003388965054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtl0gD6iqI/AAAAAAAAABo/s0y8ve-nxGg/S220/DSC03613.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUy42GkceEI/AAAAAAAAACI/DacqHhsdLhA/s72-c/DSC02357.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6449747697080730891.post-1462895811052835493</id><published>2008-12-19T02:06:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T03:43:16.970-08:00</updated><title type='text'>First Time Wawancara Anggota DPR....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUuEGCipfzI/AAAAAAAAACA/Yy_2zcD0kjM/s1600-h/dpr.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUuEGCipfzI/AAAAAAAAACA/Yy_2zcD0kjM/s320/dpr.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281460227318316850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dapet tugas akhir praktik lapangan 3...huaaaaaa...Pak Sahala nyuruh nyari narasumbernya itu Caleg DPR RI. Tadinya, gw udh &lt;em&gt;hopeless&lt;/em&gt; bgt. Ga gampang kali nyari orang-orang sibuk kaya gtu. Apalagi, ga punya koneksi. Jangan mimpi deh. Yang ada kita dicuekin. Tapi, kita ga pernah tau kan kalo ga nyoba.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lewat seminggu tugas itu diberikan, gw belum mendapat narasumber. Gw heboh nyuruh org rumah buat nyariin. Alhasil, orang-orang di rumah heboh telpon-telponin kenalan yang sekiranya bisa bantu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Usaha gw ga cuma sampe situ, pas gw lagi browsing, gw nemuin blog seorang caleg dari Partai Hanura namanya Ratna Ariani dan ternyata caleg tersebut memiliki account di facebook. Gw kirim aja  pesan lewat facebook dan dia ngerespon dengan baik. Ternyata facebook manfaatnya gede banget.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dia ngasi nomer hpnya dan dia nyuruh gw untuk ngubungin dia. Di hari yang sama, om gw yang gw mintain tolong untuk mencari narasumber juga ngasih tahu kalo Angelina Sondakh bisa diwawancarai, tapi cuma bisa lewat email. Lo semua tahu lah ya,  Angelina Sondakh sibuknya setengah mati. Yang gw denger, selain nyiapin diri buat pemilu  mendatang, dia lagi mau nyelesein S3-nya. Wow....Cuma itu komentar yang keluar dari mulut gw . Gila dia ternyata memang punya kualitas buat jadi  anggota DPR, bukan modal ketenaran.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Gw ngerasa ga puas kalo cuma lewat email. Terus, om gw bilang bakal nyariin lagi. Percaya atau tidak, di hari yang sama juga, nenek gw bilang kalo dia juga punya kenalan seorang caleg. Nenek saya menyuruh saya untuk menghubungi temannya itu. Saya hubungi caleg tersebut dan dia menyanggupi untuk diwawancara hari minggu. Narasumbernya bernama Ibu Eva  dari suatu partai.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Om gw ngubungin gw lagi, katanya dia dapet narasumber untuk gw. Dia telah menduduki kursi DPR dan akan mengikuti pemilihan caleg untuk periode mendatang. Narasumbernya bernama Indria Octavia Muaja dari Partai Demokrat. Dia menyanggupi wawancara pada Kamis 11 Desember 2008 di Gedung DPR.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sumpah gw bingung setengah mati. Disaat gw benar-benar nyari, gw ga dapet. Tapi, pas gw udah pasrah ga dapet narasumber, semua narasumber menyatakan bisa diwawancara. Akhirnya, atas berbagai pertimbangan gw  mutusin milih Ibu Indria dari Partai Demokrat. Narasumber lain gw kasih ke temen-temen.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;First Time Masuk Gedung DPR&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hari wawancara sama Ibu Indria tiba juga. Gw deg-degan banget. Agak ga percaya diri karena baru pemula. Gw siapin baju yang sopan. GW siapin alat-alat wawancara. Terus berangkat  ke Gedung DPR sama mama.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Buseeeeettt...Gedung DPR gede banget yaa..hahaa..Norak deh gw.  Gw kalo dilepas sendirian ilang kali ya. Perjuangan gw  untuk wawancara  Ibu Indria ga sampai disitu. Gw harus nunggu sejam lebih buat ketemu dia. Maklum lah ya, urusan dia banyak. So, gw ngerti banget. Akhirnya, jam 1  siang, gw ketemu dia di ruang  Kepala BURT Komisi IV (jabatan yang lagi dia dudukin).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Wawancara dimulai..... Ga lama sih, cuma sekitar 40 menit. Soalnya Ibu Indria  sibuk banget dan mau ada rapat lagi.  Ibu Indria ternyata sosok yang baik. Dia santai banget ngejawab semua pertanyaan-pertanyaan gw. Rasa takut gw sirna karena ternyata di &lt;em&gt;welcome&lt;/em&gt; banget sama gw. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Gw salut sama dia,  dia punya karier bagus di politik dan dia secara jujur mengakui kalo  ga gampang ngebagi waktu antara karier politik dan keluarganya. Tapi, dia perempuan hebat. Buktinya, suaminya ngedukung banget karier Ibu Indria. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di akhir wawancara, kita foto bareng. Buat kenang-kenangan. Kapan lagi gw bisa foto sama pejabat negara. Bener-bener gw dapet banyak pengalaman.  Terakhir gw mau makasih yg sebesar-besarnya buat :&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li align="justify"&gt;Om Boy karena udh nyariin narasumber&lt;/li&gt;&lt;li align="justify"&gt;Ibu Indria  Octavia Muaja karena udh bersedia di wawancara&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mama karena udh menjadi fotografer pas wawancara&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tante Ida karena udh nganterin ketemu Ibu Indria&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dan semua pihak yang ngebantuin gw ngerjain PL3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6449747697080730891-1462895811052835493?l=anisacaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anisacaur.blogspot.com/feeds/1462895811052835493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6449747697080730891&amp;postID=1462895811052835493' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/1462895811052835493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/1462895811052835493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anisacaur.blogspot.com/2008/12/first-time-wawancara-anggota-dpr.html' title='First Time Wawancara Anggota DPR....'/><author><name>Anisa Saptari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05841960003388965054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtl0gD6iqI/AAAAAAAAABo/s0y8ve-nxGg/S220/DSC03613.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUuEGCipfzI/AAAAAAAAACA/Yy_2zcD0kjM/s72-c/dpr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6449747697080730891.post-5751599174189811275</id><published>2008-12-18T23:02:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T23:29:19.545-08:00</updated><title type='text'>Jangan Men-judge Orang dari Cover..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtNKQ0xTiI/AAAAAAAAABA/E059tKb-O5A/s1600-h/DSC04660.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtNKQ0xTiI/AAAAAAAAABA/E059tKb-O5A/s320/DSC04660.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281399826732371490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kayanya gw sependapat sama pepatah itu. Orang itu lebih sering menilai orang lain dari penampilan luarnya. Padahal, penampilan luar bisa menipu sodara-sodara....&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebuah cerita nyata dari temen gw sendiri yang katanya diajak ngobrol cowo berpenampilan perlente di angkot. Segitu terlihat inteleknya tuh orang sampai-sampai temen gw terkesima ngeliat tuh orang. Buset, jangan terbuai jeng... Setibanya di tempat tujuan, temen gw mau telpon nyokapnya mau minta jemput, lo harus tau hp nokia keluaran terbaru raib begitu aja.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jangan ditanya shocknya bukan maen. Temen gw baru sadar kalo si maling adalah seorang berpakaian perelente yang ngajak dia ngobrol. Makanya, jangan tertipu sama penampilan luar sesorang belum tentu orang yang penampilannya oke, &lt;em&gt;attitude&lt;/em&gt;-nya juga oke.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Gw juga pernah ngalamin menilai orang padahal gw gatau siapa mereka sebenernya. Ya...itu yang gw alamin saatb gw menilai anak-anak punk. Sori-sori aja nih gw selalu berpikir kalo anak punk adalah anak-anak yang selalu urakan sedunia. Pandangan gw berubah drastis saat gw melakukan invetigasi mendalam tentang mereka.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Gw ikut nongkrong ama mereka. Mereka welcome banget sama gw dan temen-temen gw. Mereka sama sekali ga ngeganggu gw. Mereka dengan ramahnya ngejawab pertanyaan-pertanyaan gw. Wow!!Gw bener-bener takjub teman-teman..... &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ternyata mereka berprinsip "terserah orang mau ngomong apa tentang kita. kita ga peduli selama kita ga ganggu orang dan orang juga ga ganggu kita". Gw salut mereka tetep bisa jadi diri mereka sendiri. Ga kaya kita, ada yang lagi nge-trend kita ikutin. Mereka punya karakter kuat.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Gw dapet banyak pelajaran dari sini. Jangan pernah menilai orang yang ga kita kenal  seenaknya. Buat kita-kita anak komunikasi yang belajar tentang persepsi dan komunikasi antarpribadi sebaiknya terapin deh disini. Kalau lo pengen dimengerti orang, lo harus mengerti orang lain. Pesen gw jalin komunikasi antarpribadi dengan orang yang ga kita kenal sebelum kita menilainya supaya kita ga salah mempersepsi orang itu.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6449747697080730891-5751599174189811275?l=anisacaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anisacaur.blogspot.com/feeds/5751599174189811275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6449747697080730891&amp;postID=5751599174189811275' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/5751599174189811275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/5751599174189811275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anisacaur.blogspot.com/2008/12/jangan-men-judge-orang-dari-cover.html' title='Jangan Men-judge Orang dari Cover..'/><author><name>Anisa Saptari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05841960003388965054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtl0gD6iqI/AAAAAAAAABo/s0y8ve-nxGg/S220/DSC03613.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtNKQ0xTiI/AAAAAAAAABA/E059tKb-O5A/s72-c/DSC04660.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6449747697080730891.post-2553649568299695350</id><published>2008-12-18T22:44:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T22:52:03.051-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Majalah Pelangi Edisi Agustus 2008'/><title type='text'>QUILTING,  SENTUHAN INOVASI DAN SENI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtEUxK-sjI/AAAAAAAAAAw/cj7XsVj95lk/s1600-h/DSC_3061.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtEUxK-sjI/AAAAAAAAAAw/cj7XsVj95lk/s320/DSC_3061.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281390111609500210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Quilt mungkin memang masih kurang familiar di telinga orang-orang Indonesia karena memang kerajinan ini berasal dari Amerika Serikat. Namun, siapa sangka seorang ibu rumah tangga telah menggeluti quilt selama 10 tahun. Ikut suami yang kerap dipindah tugaskan dimanfaatkan betul wanita campuran Arab-India ini untuk memperdalam quilt di negara asal kerajinan ini. Kini bisnisnya kian berkembang dan dia tetap menjaga kualitas quilt bikinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nisa Hariadi, wanita kelahiran 6 Januari 1969 ini, awalnya hanya ikut-ikutan temannya untuk berbelanja kain-kain untuk kerajinan quilt di sebuah kota di Amerika yakni, Dallas. Pada tahun 1998 saat putri keduanya sudah dapat ditinggal dia memutuskan mengikuti kursus quilt. Setelah privat dengan teman dekatnya, Ibu Tita Adrian Zein, Nisa mampu menguasai 27 pola dasar quilt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide untuk membuat bisnis ini, awalnya dicetuskan suaminya yang mengusulkan untuk mengenalkan quilt di Indonesia. Ide itu pun disambut baik Nisa karena kebetulan Nisa tidak bekerja diluar rumah. Untuk memperkenalkan kerajinan ini, ia rajin ikut pameran-pameran. Usaha Nisa pun membuahkan hasil. Sekarang orang Indonesia mulai mengetahui quilt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; isa juga membuka kursus quilt dirumahnya di bilangan Cipete, Jakarta Selatan. Mengajar quilt baru dilakoninya tahun 2008 ini karena sekarang lima asisten Nisa dapat mengakomodir orderan yang masuk. Hingga kini muridnya telah mencapai 50 orang yang dibagi dalam beberapa kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEKNIK DAN KREATIVITAS&lt;br /&gt;Dalam membuat quilt ini, Nisa sangat menjaga kualitas quilt bikinannya yang diberi label Nisa’s quilt. Bahkan, untuk penggunaan benangnya, dia enggan mengganti dengan benang yang lebih murah. Untuk bahan baku kain, Nisa rela berburu ke pasar-pasar kain di Jakarta dan Bandung bahkan hingga ke luar negeri untuk mendapat kain katun 100 % berkualitas baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dalam pengerjaan quilt, saya menggunakan benang khusus untuk quilt. Tidak diganti dengan benang jahit atau benang astra. Karena saya sudah komit dari pertama saya diajarkan benang quilt sampai kapan pun saya mengajarkan murid saya pakai benang quilt,” tutur ibu dari Khafi dan Kharisa ini. Nisa menggunakan benang khusus quilt yaitu Scott &amp;amp; Clark atau bisa juga DMC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quilt memiliki 3 teknik pengerjaan. Yang pertama adalah teknik patchwork. Caranya yaitu memotong kain dengan teknik geometri. Misalnya kain dipotong dengan bentuk kotak-kotak atau segitiga, tapi ukurannya harus sama. Ukuran tersebut juga tidak boleh salah supaya hasilnya bagus. Kemudian, bentuk-bentuk geometri dengan ukuran tertentu dijahit satu sama lain hingga menghasilkan suatu bentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik selanjutnya yaitu Applicate. Teknik ini bentuknya bagus dan cantik. Bisa berbentuk masjid, kupu-kupu, ayam, dan kucing. Teknik yang terakhir adalah paper piecing. Teknik ini caranya adalah harus ada kertas di belakang kainnya, lalu kain tersebut pun ikut dijahit. Setelah selesai disatu-satukan baru lah kertas dibuang sedikit-sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VARIASI PRODUK DAN HARGA&lt;br /&gt; isa membuat quilt dalam bentuk selimut, sajadah, sofa cover, dan  taplak meja. Barang yang sangat diminati pelanggannya adalah selimut dan sajadah. Sejumlah orang penting kerap memesan quilt pada Nisa. Bahkan, Ibu Negara, Ibu Ani Yudhoyono juga pernah memesan kerajinan quilt pada Nisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya menjadi lebih kreatif. Tidak diam aja,” kata Nisa lagi. Kerajinan ini memang menuntut kreativitas dan inovasi.  Dimana saja Nisa bisa tiba-tiba mendapat inspirasi. Misalnya, saat tengah bepergian dia mendapat ide membuat sesuatu. Sampai di rumah Nisa langsung membuat desainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saat mendesain bentuk, saya ingin cepat-cepat tahu hasilnya seperti apa. Kalau sudah jadi rasanya senang banget,” tutur Nisa saat ditanya tentang kesan-kesannya membuat quilt. Disamping itu, dengan bisnis quilt ini Nisa dapat membantu orang dengan cara membuka lapangan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama pengerjaannya bermacam-macam tergantung tingkat kerumitan dan besarnya. “Biasanya selimut memakan waktu hingga sebulan,” kata Nisa lagi. Saat ini Nisa memiliki 12 karyawan. 5 orang untuk mengerjakan bagian atasnya (top) sedangkan 7 orang lainnya kebagian tugas mengerjakan quiltnya. Pengerjaan quilt 7 karyawannya, dikerjakan di rumah masing-masing karena pengerjaan quilt memakan waktu yang tidak sebentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; engenai biaya yang dikeluarkan, lulusan Politeknik ITB ini, mengatakan bahwa modal yang dikeluarkannya tidak langsung besar. Tetapi saat ikut suaminya bertugas keluar negeri, Nisa kerap mengumpulkan buku-buku, kain-kain, penggaris-penggaris yang khusus digunakan untuk membuat quilt. Jadi, saat memulai bisnis ini biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; isaran harganya bervariasi. Misalnya, sarung bantal Rp200.000, sajadah dibandrol Rp500.000 tapi jika satu set dengan tasnya harganya menjadi Rp700.000. Selimut dihargai mulai Rp2,5 juta-Rp3,5 juta. Tapi, jika patternnya dikombinasi dengan border 3 dimensi, masing-masing item harganya ditambah Rp500.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah belum pernah dapat complain dari pelanggan,” ujar Nisa dengan senang. Nisa tidak pernah mendapat complain karena kualitas quilt produksinya sangat baik. Bahan bakunya pun dicari yang terbaik. Apalagi pelanggan bebas memilih motif, warna, dan kain. Sehingga bisa disesuaikan dengan selera pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatannya pun tidak terlalu sulit. Bila paduan warnanya tidak terlalu bermacam-macam bisa di dry clean. Namun, bila paduan warnanya cukup bermacam-macam disarankan untuk laundry karena di tempat tersebut selalu memakai obat anti luntur. (Anisa Saptari)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6449747697080730891-2553649568299695350?l=anisacaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anisacaur.blogspot.com/feeds/2553649568299695350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6449747697080730891&amp;postID=2553649568299695350' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/2553649568299695350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/2553649568299695350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anisacaur.blogspot.com/2008/12/quilting-sentuhan-inovasi-dan-seni.html' title='QUILTING,  SENTUHAN INOVASI DAN SENI'/><author><name>Anisa Saptari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05841960003388965054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtl0gD6iqI/AAAAAAAAABo/s0y8ve-nxGg/S220/DSC03613.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtEUxK-sjI/AAAAAAAAAAw/cj7XsVj95lk/s72-c/DSC_3061.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6449747697080730891.post-8587522439739722127</id><published>2008-12-18T22:34:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T23:46:00.576-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='di ambil dari T1/OJ/2008'/><title type='text'>Siapa Anisa Saptari itu?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtQ-AS-J1I/AAAAAAAAABI/ohcvVcxKQSQ/s1600-h/DSCF0005.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtQ-AS-J1I/AAAAAAAAABI/ohcvVcxKQSQ/s320/DSCF0005.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281404014183720786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya adalah seorang wanita yang bernama Anisa Saptari. Lahir di Jakarta 30 Juli 1989. Bagi saya, semua manusia tak ada yang sempurna. Memiliki kelebihan, tapi  pasti memiliki kekurangan. Begitu pula dengan saya. Kedua orang tua saya bekerja diluar rumah dan sangat sibuk. Sebagai kakak tertua, saya diharuskan membimbing dan menjadi teladan untuk adik-adik.&lt;br /&gt;Tuntutan itu, bisa membuat saya menjadi lebih mandiri dalam menghadapi setiap hal. Seperti halnya, saat saya harus meninggalkan Jakarta menuju Jatinangor untuk menuntut ilmu. Saya jadi terbiasa mengatur hidup dan diri saya sendiri. Awalnya memang sulit dan membuat saya cukup stres tapi akhirnya saya mampu melewati. Semua itu menjadikan saya seorang manusia yang kuat dan disiplin.&lt;br /&gt;Dari kecil terlihat betul bahwa saya adalah orang yang memiliki keinginan besar untuk maju. Terbukti, saat TK saya masuk TK  nol kecil pada  usia tiga tahun. Padahal, umumnya masuk TK nol kecil adalah usia empat tahun. Saya memaksa untuk diizinkan bersekolah. Saat SD pun saya menjadi siswa percobaan karena saat itu usia saya baru menginjak lima tahun. Oleh kepala sekolah SD Menteng 03, saya diperbolehkan mengikuti proses belajar, tetapi jika saya tidak mampu mengikuti, saya harus kembali ke TK nol besar. Ternyata saya buktikan bahwa saya mampu.&lt;br /&gt;Selepas SD saya melanjutkan di SLTPN 216 Jakarta, lalu setelah tiu saya melanjutkan di SMA 21 Jakarta. Dan sekarang saya melanjutkan studi di Univesitas Padjajaran Bandung dengan mengambil jurusan Jurnalistik di Fakultas Komunikasi.  Dimana saya memulai kemandirian untuk tinggal sendiri, jauh dari keluarga tercinta dan tidak bisa menggantungkan semua hal pada pembantu rumah tangga.&lt;br /&gt;Semasa kecil  hingga sekarang saya senang mengoleksi dengan bermacam boneka terutama yang menyerupai binatang babi. Warna favorit saya adalah warna merah muda. Hampir semua barang pribadi saya berwarna merah muda. Warna merah muda merupakan cerminan dari karakter saya yang feminim.&lt;br /&gt;Saya termasuk orang yang mudah emosi. Terutama pada saat saya sedang datang bulan. Tetapi, saya termasuk orang bisa megubah situasi menjadi menyenangkan. Di kala teman-teman saya sedang mendapatkan masalah, saya senantiasa membantunya.  Saya selalu bertingkah konyol untuk menghibur teman-teman yang sedang sedih.&lt;br /&gt;Saya juga merupakan orang yang sangat pandai menyimpan rahasia seseorang. Oleh karena itu saya sering di ajak curhat oleh teman-teman saya. Kadang kala saya suka dipanggil teman-teman saya ‘ratu gosip’ karena saya seringkali tahu apa yang terjadi di lingkungan saya. Meski begitu saya terima panggilan itu dengan senang hati.&lt;br /&gt; emasa sekolah saya termasuk orang yang cukup rajin dalam belajar. Semasa itu saya sering masuk 10 besar di sekolah. Di bangku SLTP dan SMA saya aktif mengikuti kegiatan OSIS. Dalam OSIS, saya belajar banyak hal, mulai dari belajar bertanggung jawab hingga belajar bagaimana membela kepentingan teman-teman satu sekolah. Menurut saya masa-masa SMU masa sekolah yang paling menyenangkan. Saya  dapat belajar mengenali banyak karakter teman, mulai dari yang unik hingga menyebalkan.&lt;br /&gt;Salah satu sifat saya yang positif ialah dapat bertanggung jawab jika diberi sesuatu karena menurut saya ini merupakan modal yang sangat berharga jika seseorang ingin sukses di kemudian hari. Dengan bertanggung jawab, kita dapat dihargai orang banyak dan bisa dapat banyak teman. Sikap positif itu, tidak boleh membuat kita menjadi sombong, tetapi harus membuat kita berusaha menjadi manusia yang lebih baik.&lt;br /&gt;Keluarga saya memiliki darah seni yang cukup kental. Darah seni itu mengalir kuat ditubuh saya. Sejak kecil saya mengikuti sanggar tari. Latihan tari mulai saya tekuni dari kelas dua SD. Saya belajar tari-tarian daerah mulai dari tari Betawi, Padang, hingga Sunda. Saya sering pentas di berbagai tempat bahkan saya pernah pentas di depan Duta Besar Venezuela. Selain itu, saya gemar sekali menyanyi. Sehingga, saya mengambil ekstrakurikuler paduan suara saat masih bersekolah, bahkan saya pernah menyanyi di istana negara saat peringatan 17 Agustus-an.&lt;br /&gt;Keikutsertaan saya di dalam sanggar tari tersebut membuat saya memiliki keterampilan baru, yaitu saya cukup terampil menyapukan tata rias diwajah saya. Sebab, saat pentas saya dituntut untuk dandan sendiri. Saya adalah orang yang selalu ingin belajar segala hal. saya selalu memiliki rasa ingin  tahu yang besar atas berbagai kegiatan. Maka tak heran, bila saya pernah mencoba berbagai aktivitas, seperti latihan sepatu roda, taekwondo, berenang, les piano, les sempoa, les kumon, dan basket.&lt;br /&gt;Saya berpendapat bahwa, saya tidak akan pernah tahu seperti apa kegiatan tersebut jika saya tidak pernah mencobanya. Banyaknya kegiatan yang pernah saya ikuti juga membantu membentuk kepercayaan dalam diri saya. Saya menjadi orang yang yakin untuk melakukan sesuatu. Semua kelebihan yang saya miliki ini tentunya saya syukuri dan semua kekurangan saya usahakan untuk saya perbaiki agar saya menjadi manusia yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6449747697080730891-8587522439739722127?l=anisacaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anisacaur.blogspot.com/feeds/8587522439739722127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6449747697080730891&amp;postID=8587522439739722127' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/8587522439739722127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/8587522439739722127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anisacaur.blogspot.com/2008/12/siapa-anisa-saptari-itu.html' title='Siapa Anisa Saptari itu?'/><author><name>Anisa Saptari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05841960003388965054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtl0gD6iqI/AAAAAAAAABo/s0y8ve-nxGg/S220/DSC03613.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtQ-AS-J1I/AAAAAAAAABI/ohcvVcxKQSQ/s72-c/DSCF0005.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6449747697080730891.post-4202363029194774678</id><published>2008-12-18T21:38:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T21:42:06.308-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='52 org istimewa...'/><title type='text'>Hilangnya Kebahagiaan-ku....</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Sejujurnya gw telah kehilangan semua kebahagiaan gw. Gw udh ga punya waktu lagi sama keluarga gw. Gw ga punya waktu sama sahabat-sahabat gw. Gw ga punya waktu lagi telpon pacar gw lama-lama lagi, apalagi smsan. Banyak perubahan yang terjadi sama diri gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang gw cape ngadepin semua ini. Gw mulai gatau sama apa yg terjadi di luar sana. Yang gw tau cuma deadline, cuma laptop, cuma print-an, cuma kertas-kertas, cuma begadang, cuma tugas, cuma bokek, cuma yahoo messenger, dan 52 teman yang sangat istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga punya lagi waktu liburan. Sampai-sampai bisa jalan2 ke Bdg aja udh girangnya setengah mati (Thx buat Rabbit dan Yogi yg bersedia minjemin mobilnya utk jalan2). Sampai-sampai jalan2 naik angkot muter2 UNPAD adalah suatu hiburan yg cukup berarti. (Thx to supir angkot gratis UNPAD...aa'baik banget...). Sampai-sampai foto2 dipinggir jalan bisa buat kita ketawa bahagia (Thx buat org2 yg udh ngecap kita org2 aneh). Sampai-sampai ngumpul di Alfa mart udh kaya nongkrong di Kemang food fest. Sampai-sampai semua hal kecil bisa bikin kita bahagia, bnr2 bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;52 teman spesial yg baru gw temui ini, bnr2 jadi supporter terbesar gw dalam menjalani hari-hari berat ini. Hingga entah sampai kapan perjuangan ini akan berlangsung. Ingin segera berakhir, tapi harus bersabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;52 teman istimewa gw adalah teman seperjuangan buat menggapai semua mimpi-mimpi masa depan. mimpi untuk menjadi seseorang yg sukses dan berguna bagi masyarakat. Tulisan ini spesial utk 52 tmn2 istimewa. SEMANGAT!!!!!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6449747697080730891-4202363029194774678?l=anisacaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anisacaur.blogspot.com/feeds/4202363029194774678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6449747697080730891&amp;postID=4202363029194774678' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/4202363029194774678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/4202363029194774678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anisacaur.blogspot.com/2008/12/hilangnya-kebahagiaan-ku.html' title='Hilangnya Kebahagiaan-ku....'/><author><name>Anisa Saptari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05841960003388965054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtl0gD6iqI/AAAAAAAAABo/s0y8ve-nxGg/S220/DSC03613.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6449747697080730891.post-6366984356688332648</id><published>2008-08-16T12:11:00.000-07:00</published><updated>2008-12-18T23:02:22.238-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='busway'/><title type='text'>Apa Bedanya Busway ama Angkot ya?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtG5W8yQbI/AAAAAAAAAA4/YlaM7AURWRA/s1600-h/blurring+4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtG5W8yQbI/AAAAAAAAAA4/YlaM7AURWRA/s320/blurring+4.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281392939249058226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sinting....!!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cuma satu kata itu yang bisa gw gambarin  atas keadaan lalu lintas jakarta yang carut-marut. setiap kali gw balik ke jakarta gw stress bgt. itu salah satu alasan kenapa gw belom ada keinginan buat belajar nyetir. apalagi sekarang motor makin merajalela. gara2 harga BBM melonjak!!huhu.....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;udah setaun gw tinggal di bandung. hmmm, tepatnya di jatinangor. yang kalo orang-orang bandung bilang teh, bandung coret!!hihihi. soalnya kan gw kuliah di unpad. nah, setiap dua minggu atau tiga minggu sekali gw balik kerumah. biasanya naik primjas ampe uki cawang abis itu naik busway.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;suatu saat tuh busway penuh bgt.gw akhirnya berdiri agak kedepan deket supir busway. hal pertama yang gw perhatiin tuh supir busway ngebut bgt. gw tau sih, emang busway punya jalur sendiri. kadang2 kan emang kendaraan lain suka 'bandel' make jalur busway. nah, waktu itu di dpn busway yang ngebut itu ada mbl kijang, itu di klaksonnya ga nahan..brisik bgt. &lt;em&gt;annoying&lt;/em&gt; bgt. walaupun emang sih tuh kijang salah juga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;trus pas lagi ditengah jalan, masa tuh supir ngeludah sembarangan. sumpah ya ga ada &lt;em&gt;attitude-&lt;/em&gt;nya bgt deh tuh supir. gw rasanya pengen ngetok pala tuh supir. gw pikir selama ini busway adalah transportasi umum yang paling 'terpelajar' ternyata gw salah. gw jadi berpikir apa bedanya busway ama angkot ya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6449747697080730891-6366984356688332648?l=anisacaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anisacaur.blogspot.com/feeds/6366984356688332648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6449747697080730891&amp;postID=6366984356688332648' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/6366984356688332648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/6366984356688332648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anisacaur.blogspot.com/2008/08/apa-bedanya-busway-ama-angkot-ya.html' title='Apa Bedanya Busway ama Angkot ya?'/><author><name>Anisa Saptari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05841960003388965054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtl0gD6iqI/AAAAAAAAABo/s0y8ve-nxGg/S220/DSC03613.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtG5W8yQbI/AAAAAAAAAA4/YlaM7AURWRA/s72-c/blurring+4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6449747697080730891.post-8957657328177589006</id><published>2008-08-16T11:52:00.000-07:00</published><updated>2008-12-18T21:55:13.423-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keteladanan pemulung'/><title type='text'>Belajar dari Pemulung</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Suatu hari gw sama pacar gw lagi nungguin temen di halte deket rumah gw. busseeeeettt.... temen gw lamanya setengah mati,kaga nongol2 dia. pcr gw lagi sibuk nelpon2in dia.ehh gw bengong2 aja sendiri. tiba2 mata gw tertuju pada bapak dan anak perempuannya yg berprofesi sebagai pemulung. mereka berdua bagi2 nasi bungkus mereka ke kucing2. karena nyium bau makanan, semakin berkumpul lah tuh kucing2.tapi mereka terus aja bagiin nasinya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;saat itu juga gw ngerasa malu sama diri gw sendiri. bayangin deh misalnya ortu ngasi uang jajan segini, gw selalu aja protes. gw selalu minta lebih. pundung gw kalo ga dikasi! atau gw kepengen banget hp baru, tapi ortu ga kasi. pasti ngambek lah gw. trus kalo gw punya sesuatu, misalnya makanan enak, gw ga keingetan deh bagi ke adek2 gw atau ke siapa pun. gw bener2 ,malu dan merasa ga pernah mensyukuri dan membagi semua milik gw.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;gila ya. selama ini gw yang alhamdulillah kecukupan tapi selalu aja mengeluh ini kurang itu kurang. padahal kan gw jauh lebih beruntung dari pemulung itu. kalo gw bisa makan 3 kali sehari dengan gizi cukup, mereka belum tentu. kalo gw bisa tidur di kamar yang sejuk dan nyaman, mereka mungkin aja tidur di emperan2 dan beratapkan langit. kalo ujan mereka kedinginan, kalo matahari terik mereka kepanasan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;tapi Allah emang adil banget ya. mereka yang hidup kurang tapi dikasih hati yang mulia. gw yang hidup cukup mungkin emang belum memiliki hati mulia. tapi Allah sayang sama gw. gw dikasih otak dan hati untuk belajar banyak dari lingkungan. bapak &amp;amp; anak pemulung itu telah mengajarkan gw gimana mensyukuri apa yang udah kita punya dan belajar gimana memiliki hati yang mulia.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6449747697080730891-8957657328177589006?l=anisacaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anisacaur.blogspot.com/feeds/8957657328177589006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6449747697080730891&amp;postID=8957657328177589006' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/8957657328177589006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6449747697080730891/posts/default/8957657328177589006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anisacaur.blogspot.com/2008/08/belajar-dari-pemulung.html' title='Belajar dari Pemulung'/><author><name>Anisa Saptari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05841960003388965054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2jtQUAoLWbI/SUtl0gD6iqI/AAAAAAAAABo/s0y8ve-nxGg/S220/DSC03613.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
